Bahaya Komplikasi Cacar Air

Bahaya Komplikasi Cacar Air - Cacar air merupakan penyakit umum yang sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 10 tahun. Penyakit ini sangat mudah untuk menyebar kepada orang lain, terutama anak-anak, yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Penyebaran dari virus Varicella Zoster terjadi melalui udara atau kontak langsung dengan penderita. Hampir semua orang dewasa pernah mengidap cacar air ini ketika waktu kecil.


Infeksi virus varicella zoster ditandai dengan adanya ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal dan kemudian akan mengering menjadi koreng dan akan terkelupas dalam waktu 1 sampai 2 minggu. Bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Ciri-ciri dan gejala cacar air
Gejala paling umum dari cacar air adalah ruam pada kulit. Namun, beberapa hari sebelum ruam berkembang akan mengalami gejala lain terlebih dahulu, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan

Kira-kira dua hari setelah mengalami gejala yang kami sebutkan di atas, ruam akan mulai berkembang. Ruam melewati tiga fase yang berbeda sebelum Anda sembuh dari virus. Tahapan ini meliputi:

  • Tahap pertama yaitu keluarnya ruam. Periode infeksi cacar air dimulai dengan timbulnya ruam kemerahan pada kulit dan akan tersebar di seluruh bagian tubuh. Pada tahap ini penderita harus merawat benjolan-benjolan dan ruam yang muncul tersebut, karena jika benjolan-benjolan tersebut pecah dapat menimbulkan luka yang sulit hilang. Cairan yang terdapat dalam benjolan tersebut juga dapat menyebarkan virus baru yang menyebabkan munculnya benjolan baru di bagian kulit lain.


  • Tahap kedua yaitu benjolan pada kulit akan berubah menjadi lepuhan. Saat benjolan mulai membesar akan menyebabkan iritasi dan nyeri pada kulit. Lepuhan ini juga berisi cairan yang dapat pecah setiap saat. Tahap ini merupakan bagian terburuk dari infeksi cacar air, karena biasanya dibarengi dengan adanya gejala lain seperti deman dan sakit kepala. Periode ini berlangsung selama 4-5 hari setelah timbulnya bintik-bintik merah muda di kulit. Tahap ini juga merupakan tahap paling infeksius dari cacar air dan dapat menyebarkan cacar air terhadap lingkungan sekitarnya sehingga penderita cacar air harus dijauhkan dari orang lain, terutama anak kecil yang sebelumnya belum pernah terkena cacar air.
  • Tahap terakhir yaitu lepuhan akan pecah dan mengering. Lepuhan yang mengering akan menyebabkan kulit menjadi kasar. Saat lepuhan mengering akan membentuk keropeng dan akan mengakhiri tahap infeksi cacar air. Penyembuhan kulit memang memerlukan waktu lebih lama, tetapi sudah tidak akan menular lagi.

Penyebab cacar air
Penyebab utama cacar air adalah infeksi virus varicella zoster. Sebagian besar kasus terjadi karena melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi cacar air. Virus mungkin dapat menular beberapa hari sesaat sebelum lecet muncul, dan tetap menular sampai semua lecet berkerak. Hal ini menyebar melalui:

  • Air liur
  • Batuk
  • Bersin
  • Kontak langsung dengan luka cacar air yang lecet

Risiko komplikasi cacar air
Tidak semua anak yang tertular cacar air dapat sembuh dengan sedirinya. Kita harus tetap waspada jika terjadi gejala-gejala yang tidak biasa pada infeksi cacar air yang dialami oleh anak-anak seperti muntah, leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, sulit bicara, dan sulit menjaga keseimbangan tubuhnya.

Sementara itu, kondisi cacar air pada orang dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi seperti Pneumonia, dehidrasi, Radang otak atau ensefalitis, dan Meningitis.

Cacar air pada wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap komplikasi serius.

Pengobatan Cacar Air
Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan risiko komplikasi. Meskipun demikian, tidak semua penderita cacar air dapat sembuh tanpa penanganan medis. Orang-orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini membutuhkan pengobatan yang lebih intensif, seperti ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes.

baca juga :

Inilah Yang Akan Terjadi Jika Hormon Testosteron Dalam Tubuh Pria Menurun

Inilah Yang Akan Terjadi Jika Hormon Testosteron Dalam Tubuh Pria Menurun - Testosteron adalah hormon yang terdapat pada manusia dan juga hewan. Hormon ini di produksi pada testis laki-laki dan di ovarium pada perempuan. Ovarium juga memproduksi testosteron namun jumlahnya jauh lebih kecil. Produksi testosteron mulai meningkat selama masa pubertas dan mencapai puncaknya ketika laki-laki berusia sekitar 20 tahun. Setelah berusia 30 tahun ke atas, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya. Sementara itu, pada laki-laki yang berusia lebih dari 65 tahun, kadar hormon testosteron normal berkisar antara 300-450 ng/dL.

Normalnya, kadar hormon testosteron dalam tubuh laki-laki berkisar antara 270-1070 ng/dL (nanogram per desiliter) dengan kadar rata-rata 679 ng/dL. Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa kadar hormon testosteron yang optimal berkisar 400-600 ng/dL.


Testosteron sering dikaitkan dengan dorongan seks dan memainkan peran penting dalam produksi sperma. Hormon ini juga mempengaruhi tulang dan massa otot, lemak dalam tubuh, dan bahkan produksi sel darah merah.

Apa yang terjadi jika kelebihan hormon testosteron?
Kondisi ini bisa membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, kadar hormon testosteron yang tinggi dapat menormalkan tekanan darah dan menurunkan kecenderungan laki-laki untuk mengalami obesitas dan serangan jantung.

Sementara itu, beberapa studi menunjukkan keterkaitan antara kadar hormon testosteron yang tinggi dengan kecenderungan laki-laki untuk melakukan perilaku berisiko, seperti dorongan perilaku seksual berlebihan yang berisiko kepada tindakan kriminal. Namun, masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk membuktikan hal ini. Kadar testosteron yang tinggi juga membuat kecenderungan laki-laki untuk lebih mengonsumsi alkohol dan merokok.

Lalu bagaimana dengan kekurangan hormon testosteron?
Menurunnya kadar hormon testosteron sebenarnya merupakan kondisi alamiah seiring penuaan pada laki-laki. Kondisi kekurangan testosteron juga dapat disebabkan oleh infeksi dan cedera pada testis, gagal ginjaal kronis, sindrom Klinefelter, dan sirosis hati. Kondisi stres dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Ketika kadar hormon testosteron menurun, laki-laki akan mengalami gejala yang berkaitan dengan fungsi seksual, seperti ketidaksuburan, berkurangnya hasrat seksual, serta berkurangnya frekuensi ereksi yang terjadi secara spontan ketika sedang tidur.

Berkurangnya kadar hormon testosteron juga dapat diiringi oleh gejala lain yang mencakup perubahan fisik, seperti:

  • Berkurangnya rambut-rambut pada tubuh.
  • Tulang yang lebih rapuh.
  • Meningkatnya lemak tubuh.
  • Berkurangnya kekuatan atau massa otot.
  • Sensasi terbakar atau hot flashes.
  • Sangat mudah lelah
  • Timbulnya pembengkakan pada kelenjar payudara.
  • Berdampak pada metabolisme kolesterol.

Sementara itu, dampak menurunnya kadar hormon testosteron terhadap perubahan psikis antara lain kecenderungan untuk merasakan depresi atau perasaan sedih yang secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Sebagian orang lainnya juga bisa mengalami penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, serta memiliki masalah pada memori dan konsentrasi. Meski begitu, semua kondisi ini juga bisa merupakan efek samping proses penuaan yang normal. Jelly Gamat Walatra

baca juga :

Flek Paru-Paru - Penyakit Menular Yang Berbahaya

Flek Paru-Paru - Penyakit Menular Yang Berbahaya - Flek paru-paru atau yang biasa dikenal dengan Tuberkulosis (TB) merupakan sejenis penyakit menular yang dapat mengakibatkan suatu potensi yang fatal yang dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh, terutama infeksi paru-paru. Dibandingkan dengan penyakit lain yang disebabkan oleh satu agen infeksius, tuberkulosis adalah pembunuh terbesar kedua, secara global.


Penyakit tuberkulosis pada umumnya disebabkan oleh adanya bakteri atau basil Mycobacterium tuberculosis yang mempengaruhi paru-paru namun bisa juga mempengaruhi bagian dari tubuh lain, seperti otak, ginjal, atau tulang belakang.

Penyebab dan Penularan Tuberkulosis
Flek paru-paru atau Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari orang yang satu ke yang lainnya melalui tetesan mikroskopis. Sama seperti pilek atau flu, penyakit tuberkulosis ini umumnya menular melalui udara. Ketika seseorang dengan tuberkulosis menular batuk atau bersin, droplet nuklei yang mengandung Mycobacterium tuberculosis ini dikeluarkan ke udara. Jika orang lain menghirup udara yang mengandung droplet nuklei tersebut, ia dapat terinfeksi. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi dengan bakteri tuberkulosis menjadi sakit. Ada dua jenis kondisi terkait tuberkulosis, yaitu: infeksi TB laten dan TBC Aktif.

  • TB laten – bakteri yang berada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif. Mereka tidak menimbulkan gejala dan tidak menular, tapi bisa menjadi aktif.
  • TBC aktif – bakteri yang memang menyebabkan gejala dan bisa menular ke orang lain.
Risiko terkena Penyakit Flek Paru-Paru
Sekitar sepertiga populasi dunia diyakini memiliki TB laten. Ada kemungkinan 10 persen TB laten menjadi aktif, namun risiko ini jauh lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang hidup dengan HIV. virus HIV menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih sulit mengendalikan bakteri tuberkulosis.

Penggunaan rokok juga dipercaya dapat meningkatkan risiko pengembangan TBC aktif. Lebih dari 20 persen kasus TBC di seluruh dunia terkait dengan adanya aktivitas merokok.

Gejala Penyakit TBC
Pemeriksaan tes darah atau kulit perlu dilakukan untuk mengetahui jika terinfeksi TB laten, ini dikarenan TB laten tidak memiliki gejala apapun. Namun berbeda dengan TB laten, TBC aktif biasanya memiliki gejala-gejala seperti berikut:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu
  • Sakit dada
  • Batuk berdarah
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Selalu berkeringat saat malam
  • Panas dingin
  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan

Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, tapi juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lainnya. TBC dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. Saat TBC menyerang bagian tubuh lain, gejalanya bervariasi.

  • TBC yang menulari tulang bisa menyebabkan sakit tulang belakang dan kerusakan sendi.
  • TBC yang menginfeksi otak bisa menyebabkan meningitis.
  • TBC yang menginfeksi hati dan ginjal dapat mengganggu fungsi filtrasi limbahnya dan menyebabkan darah dalam urin.

TBC yang menginfeksi jantung dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah, mengakibatkan suatu kondisi yang disebut tamponade jantung yang bisa berakibat fatal.

Cara Menyembuhkan Flek Paru-Paru
Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah yang dibutuhkan adalah dengan memberikan antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Sementara langkah utama untuk mencegah TBC/Flek paru-Paru adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin).  Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.

Untuk saat ini, Pengobatan herbal Jelly Gamat Walatra dipercaya mampu mengatasi sekaligus mencegah penyakit TBC/Flek paru-paru. Itu karena keunggulan dari pengobatan herbal ini memiliki kandungan sejenis antibiotik/antimikroba alamiah yang dapat menghambat dan membunuh bakteri yang menjadi penyebab Flek paru-paru / TB, sehingga perkembangan bakteri tersebut tidak sampai menyebar ke bagian tubuh lain. informasi selengkapnya Jelly Gamat Walatra

baca juga :


Flek Paru-Paru - Penyakit Menular Yang Berbahaya

Gondok - Pembesaran Kelenjar Tiroid Yang Harus Di Waspadai

Gondok - Pembesaran Kelenjar Tiroid Yang Harus Di Waspadai - Gondok atau dalam bahasa medis yaitu Goiter adalah pembesaran abnormal kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid memiliki bentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher tepat di bawah jakun. Kelenjar tiroid ini berperan penting bagi tubuh karena berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.


Meskipun Gondok ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun jika gondok ini berukuran besar maka akan menggangu proses bernafas ataupun saat menelan makanan dan akan terlihat bergerak karena tulang rawan tiroid (jakun) berada di depan leher tepatnya di atas kelenjar tiroid yang membesar.

Ukuran gondok pada setiap penderita berbeda-beda. Benjolan yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun pada kasus tertentu penderita dengan gondok yang berukuran besar biasanya merasakan gejala seperti leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah menelan, dan kesulitan bernapas.

Karena ukuran dan tekstur benjolan yang berbeda-beda, gondok atau goiter ini dikelompokan menjadi dua jenis yaitu gondok difus dan nodul. Benjolan pada gondok difus memiliki tekstur yang mulus ketika disentuh, sedangkan gondok nodul memiliki benjolan yang tidak rata serta bergumpal.

Penyebab Gondok
Penyebab utama terjadinya gondok adalah kekurangan yodium. Karena yodium sangat penting untuk membantu tiroid menghasilkan hormon tiroid. Jika yodium tidak cukup, maka tiroid bekerja ekstra keras untuk membuat hormon tiroid. Sebagai kompensasinya kelenjar tiroid akan tumbuh lebih besar.
Adapun penyebab gondok lainnya yang tidak umum yaitu :
  • Hipertiroid, Kondisi terlalu banyaknya hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
  • Hipotiroid, Kodisi kelenjar tiroid yang kurang aktif sehingga produksi hormon tiroid menurun.
  • Merokok, Senyawa tiosianat dalam asap rokok mengganggu penyerapan yodium.
  • Perubahan hormonal, Kehamilan, pubertas, dan menopause dapat mempengaruhi fungsi tiroid.
  • Tiroiditis, Peradangan yang disebabkan oleh infeksi.
Pengobatan penyakit Gondok
Pengobatan untuk penyakit gondok tergantung pada ukuran, penyebab, dan gejalanya. Jika ukuran gondok kecil, tidak terdapat gejala, dan tiroid masih berfungsi normal mungkin hal harus dilakukan adalah menunggu dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Namun jika ukuran sudah terbilang besar dan mengganggu kondisi kesehatan, dokter akan menganjurkan untuk melakukan beberapa terapi atau bahkan operasi tiroid. Bagi anda yang tidak ingin mengalami gondokan atau mungkin sedang menderita gondok, anda bisa mencoba dengan mengonsumsi obat herbal Jelly Gamat Walatra, obat herbal ini memiliki khasiat yang dapat menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh.

baca juga :
Demikian pembahasan kali ini mengenai penyakit Gondok, terimakasih semoga bermanfaat.

Curek - Cairan Aneh Yang Keluar Dari Telinga

Curek - Cairan Aneh Yang Keluar Dari Telinga - Curek merupakan situasi dimana telinga mengeluarkan cairan akibat infeksi atau peradaangan yang terjadi pada lubang telinga luar atau infeksi telinga tengah.


Pada Banyak kasus infeksi telinga luar terjadi karena akibat membersihkan telinga dengan menggunakan benda yang bukan khusus untuk membersihkan telinga. Hal ini dapat menyebabkan luka pada bagian lubang kulit telinga atau lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan robeknya gendang telinga. Sehingga luka tersebut dapat terinfeksi dan terkontaminasi dengar air atau apa saja yang masuk dari luar telinga yang menyebabkan telinga mengeluarkan cairan (Curek).
telinga berair juga bisa disebabkan oleh pecahnya gendang telinga karena adanya tekanan dalam rongga telinga tengah akibat proses infeksi yang biasanya disebabkan infeksi saluran pernapasan atas berulang. Setelah gendang telinga pecah cairan nanah mengalir keluar ke lubang telinga.

Gejala Curek
Gejala yang terjadi pada penderita curek biasanya bisa dirasakan atau dilihat dari indikasi-indikasi sebagai berikut:

• Biasanya akan timbul keluhan dengan gejala seperti telinga akan terasa sangat penuh dengan tanpa alasan atau penyebab yang pasti.
• Pada bagian dalam telinga akan merasa gatal,bisa juga ditandai dengan timbulnya rasa nyeri yang juga bisa disertai dengan darah.
• Penyakit curek ini juga bisa tidak mengeluarkan gejala apapun yang bisa terlihat atau bisa dirasakan.

Curek juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang ditimbulkan dari akibat penyakit curek sangat menakutkan. Komplikasi yang ditimbulkan bisa berupa kehilangan pendengaran atau tuli, selain itu juga berdampak terjadi komplikasi ke daerah otak berupa radang selaput otak, abses otak, komplikasi yang menakutkan lainya adalah terjadi kepala membesar dan bisa terjadi kelumpuhan otot-otot wajah yang menyebabkan bentuk muka mencong.

Cara mengobati curek bisa dilakukan dari mulai pengobatan yang sederhana yaitu dengan memakai obat tetes telinga. akan tetapi, kebanyakan obat tetes telinga berisi antibiotika dan antiseptik yang dapat menimbulkan rasa perih pada saat diteteskan, karena mengandung asam asetat glasial sekitar 2%. Untuk saat ini beberapa pengobatan herbal dipercaya mampu mengatasi infeksi saluran telinga yang menimbulkan curek dengan aman tanpa menimbulkan efek samping. silahkan baca selengkapnya Jelly Gamat Walatra

baca juga :

Demikian pembahasan kali ini mengenai Curek, Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Polip dan Cara Menyembuhkannya

Jenis-Jenis Polip dan Cara Menyembuhkannya - Sebagian besar polip tidak bersifat kanker, tapi karena pertumbuhan sel abnormal polip ini bisa saja menjadi ganas atau kanker. Polip hidung dengan ukuran besar bisa menyumbat saluran hidung yang menyebabkan munculnya gejala hidung tersumbat, hidung berair, kesulitan bernafas dan gangguan pada indra penciuman. Sedangkan polip di hidung dengan ukuran kecil jarang menimbulkan gejala apapun. Setiap jenis polip dapat menyebabkan gejala yang berbeda berdasarkan letak tumbuhnya polip tersebut.



Berikut jenis-jenis polip berdasarkan letak, penyebab, dan gejalanya

Polip Aural
Polip yang tumbuh pada saluran telinga. Polip ini bisa terjadi karena adanya peradangan, benda asing, kista, atau tumor sehingga menimbulkan gejala seperti hilangnya pendengaran dan telinga bernanah atau berdarah.

Polip Serviks
Polip yang tumbuh pada bagian yang menghubungkan antara rahim dengan vagina. Polip ini sering terjadi pada wanita usia diatas 20 tahun dan yang sudah memiliki anak. Beberapa polip ini tidak menimbulkan gejala apapun tetapi ada juga yang memiliki gejala seperti pendarahan abnormal dan menstruasi berat.

Polip Kolon atau Usus
Polip yang terjadi pada lapisan usus besar. Ada beberapa pendapat bahwa polip kolon ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan, kondisi ini dikenal sebagai FAP (adenomatosa poliposis familial). Gejala dari polip ini bisa berupa darah dalam *maaf* tinja, obstruksi, sembelit, dan diare.

Polip Nasal atau Hidung
Polip ini dapat ditemukan di rongga hidung. biasanya polip ini terjadi karena infeksi kronis pada sinus. jika besar polip ini hampir menutupi lubang hidung maka akan mengakibatkan gejala hidung berair, indra penciuman terganggu, bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernafas.

Polip Lambung
Polip ini terjadi pada lapisan dinding lambung. Polip lambung dapat disebabkan oleh peradangan kronik pada lapisan lambung (gastritis), genetik (familial adenomatous polyposis), infeksi bakteri, atau penggunaan obat-obatan pengatur asam lambung. biasanya menimbulkan gejala seperti nyeri pada perut ketika perut ditekan, Mual, BAB berdarah

Polip Rahim
Polip ini terjadi di endometrium, lapisan dalam rahim tempat melekatnya embrio pada kehamilan. Penyabab dari polip ini belum diketahui secara pasti namun faktor fluktuasi kadar hormon menjadi salah satu penyebab polip rahim ini. gejala polip rahim ini adalah periode menstruasi yang tidak teratur.

Polip tumbuh melalui sel yang membelah dengan cepat, mirip dengan bagaimana sel kanker tumbuh. Inilah sebabnya kenapa polip sering disebut sebut bisa menjadi kanker, meskipun kebanyakan polip itu jinak.

Itulah artikel mengenai jenis-jenis polip yang bisa saya sampaikan, bagi anda yang ingin mengatasi polip dengan cara herbal bisa dengan menggunakan obat herbal Jelly Gamat Walatra

baca juga : Kista Bartholin


Terimakasih semoga bermanfaat.

Kista Bartholin - Benjolan Abnormal Di Sekitar Miss V

Kista Bartholin - Benjolan Abnormal Di Sekitar Miss V - Kista bartholin merupakan penyakit kista ( benjolan abnormal yang berisi cairan ) yang terjadi pada salahsatu atau kedua sisi kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin ini terletak pada kedua sisi bibir vagina dan berfungsi mengeluarkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan seksual.



Cairan yang dikeluarkan kelenjar bartholin mengalir melewati saluran langsung menuju vagina. Apabila saluran tersebut tersumbat, maka cairan yang dihasilkan akan tertimbun didalam kelenjar sehingga membentuk rongga berisi cairan (kista). Kista bartholin ini dapat terus membesar setelah berhubungan seksual karena terjadi penambahan cairan yang diproduksi kelenjar bartholin pada saat berhubugan seksual.

Meskipun jarang menimbulkan rasa sakit, kondisi ini akan sangat berbahaya jika terjadi infeksi bakteri didalam kista dan lama kelamaan cairan ini akan berubah menjadi nanah serta timbul peradangan.

Penyebab Kista Bartholin
Penyebab kista bartholin terjadi ketika kelanjar bartholin tersumbat dan tertimbunnya cairan di dalam kelenjar tersebut. Penyumbatan ini dapat disebabkan karena adanya infeksi bakteri ataupun cedera. Jika terus dibiarkan, maka cairan pada kista bartholin ini akan berubah menjadi nanah (abses).

Jenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi pada kelenjar bartholin antara lain:
Gonococcus (penyebab penyakit gonore atau kencing nanah).
Chlamydia trachomatis (penyakit chlamydia/klamidia).
Streptococcus pneumoniae (penyebab pneumonia).
Escherichia coli atau E. coli (penyebab diare dan keracunan makanan).
Haemophilus influenzae (penyebab meningitis).

Gejala Kista Bartholin
Keberadaan kista bartholin yang tidak terinfeksi biasanya hanya berbentuk benjolan yang lunak dan tanpa adanya rasa sakit sehingga banyak orang yang tidak akan menyadarinya. Meskipun begitu, jika kondisi ini terus dibiarkan maka kista bartholin dapat terus membesar dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman di dekat lubang miss v akibat dari benjolan tersebut.

Gejala apa yang dirasakan jika terjadi infeksi pada kista bartholin?
Benjolan kista bartholin yang menyakitkan di dekat lubang miss v.
Rasa tidak nyaman ketika berjalan ataupun duduk.
Terasa nyeri saat berhubungan.
Mengalami kenaikan suhu tubuh atau demam.

Komplikasi dan Bahaya Kista Bartholin
Jika Abses bartholin ini tidak segera diobati dan semakin memburuk, maka infeksi ini akan menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh. Infeksi ini dapat memasuki aliran darah atau suatu kondisi yang disebut septikemia. Kondisi ini sangat berbahaya karena infeksi dapat menyebar keseluruh tubuh melewati aliran darah.

Pencegahan dan Cara menyembuhkan Kista Bartholin
Kista bartholin bisa dicegah dengan memulai kebiasaan menjaga kebersihan di area sekitar alat kelamin dengan baik. Proses cara menyembuhkan kista bartholin ditangani dengan cara yang berbeda-beda. Umumnya pengobatan kista bartholin ini hanya dilakukan pada penderita yang memiliki gejala akibat infeksi bakteri pada kelenjar bartholin. Penanganan yang dilakukan meliputi obat-obatan spesifik, pengeluaran abses atau nanah, dan pengangkatan kista. Untuk biaya operasi pengeluaran abses ataupun pengangkatan kista ternyata bisa menghabiskan belasan bahkan puluhan juta. Prosedurnya dilakukan dengan cara pembedahan atau penyayatan pada bagian sisi kista tepatnya dalam vagina yang diikuti penjahitan dinding kista yang terbuka pada kulit vulva yang terbuka.

Untuk menyiasati mahalnya proses penyembuhan dengan alat modern yang disediakan beberapa rumah sakit. Maka kami selaku agen resmi obat herbal berinisiatif merekomendasikan anda untuk mencoba mengkonsumsi Obat kista bartholin Jelly Gamat Walatra yang memiliki banyak khasiat terutama untuk penyakit seperti tumor ataupun kanker. Info selengkapnya : Jelly Gamat Walatra